PROPOSAL PENGAJUAN KELOMPOK TANI
TERNAK
“MANJING BINANGKIT”
KATA
PENGANTAR
Peternak sebagai subjek pembangunan ternak di Indonesia sampai saat ini belum bisa meningkatkan kesejahteraannya. Pengalaman empritis menunjukan bahwa di tingkat usaha tani ternak, para pelaku yaitu peternak belum dapat menikmati kesejahteraan yang layak. Salah satu karakteristik penting yang menyebabkan adalah sumberdaya yang dimiliki petani sangat terbatas, para peternak dengan skala usaha kecil terkonsentrasi pada kehiatan produksi dan belum berkembangnya system agribisnis secara mapan.
Dalam upaya
mewujudkan tujuan ideal, kami selaku pemuda-penuda generasi bangsa Indonesia
membentuk Kelompok Tani Ternak Domba “MANJING BINANGKIT”. Yang akan bergerak
dalam budidaya melalui usaha penggemukan domba berupaya merubah orientasi usaha
tani ternak domba yang berpatokan individu dan tradisional beralih pada system
usaha tani secara kelompok dengan meningkatkan pengelolaan usaha tani ternak
domba dengan penerapan manajemen pengelolaan usaha tani ternak dengan sentuhan
teknologi dan inovasi peternakan dengan tujuan jangka panjang mewujudkan suatu
usaha ternak mandiri, berdaya saing dan berkesinambungan, yang pada akhirnya
berupaya meningkatkan kesejahteraan dan taraf hidup anggota kelompok.
Mudah-mudahan
langkah awal ini mendapat dukungan dari pemerintah dan dunia usaha yang di
harapkan bertindak sebagai fasilitator dan mitra keberhasilan usaha tani ternak
domba ini. Kami mengucapkan terima kasih atas segala dukungan dan fasilitas
dalam rangka pengembangan usaha tani ternak domba, semoga Allah SWT
mentakdirkan harapan ini menjadi kenyataan, Amin.
I.
PENDAHULUAN
1.1
Latar
Bealakang
Salah satu
komoditas utama dari sub sektor peteranakan yang diharapkan menjadi sumber
penghasil daging dalam rangka swasembada daging adalah domba, disamping
komoditas sapi dan lainnya.
Peluang
bisnis beternak domba masih terbuka lebar karena permintaan akan domba terus
meningkat dari tahun ke tahun. Pasar penyerap hewan ruminansia ini sangat
beragam mulai dari kebutuhan untuk hewan kurban, keperluan akikah, keperluan
orang hajatan /syukuran, sampai kebutuhan kuliner di restoran / rumah makan
penyedia menu daging domba dengan beragam jenis masakan diantaranya : sate,
gulai, sop, empal dan lain lain.
Permintaan
domba yang terus meningkat ini tentunya dapat dijadikan sebuah peluang usaha /
bisnis bagi para pemula khususnya pada pemuda dalam rangka mencetak
interpreneur (wirausaha) yang beretika dalam usaha ternak domba. Pasalnya,
hingga saat ini belum semua kebutuhan akan domba belum bisa di penuhi oleh para
peternak yang sudah ada , hal ini terbukti dengan terus meningkatnya harga
domba dari tahun ke tahun yang menandakan jumlah permintaan lebih besar dari
penawaran. Selain permintaan dari dalam negeri di atas, peluang ekspor daging
domba juda cukup besar diantaranya: Malaysia, Arab Saudi, Uni Emirat Arab, Abuh
Dhabi.
Dengan
mempertimbangkan penjelasan tersebut di atas dan potensi di daerah yang
mendukung pengembangan budidaya domba, maka kami para pemuda melalui
dibentuknya wadah Kelompok Tani Ternak Domba “MANJING BINANGKIT”Desa Condong
Kecamatan Jamanis Kabupaten Tasikmalaya berencana akan melaksanakan usaga
Budidaya di Bidang Penggemukan Domba.
1.2 Maksud
dan Tujuan
Maksud dan
pemberdayaan pemuda melalui wadah kelompok tani ternak domba “MANJING
BINANGKIT”dalam usaha ternak domba adalah mencetak interpreneur – interpreneur
muda dalam usaha ternak domba dalam rangka mensukseskan program swasembada
daging.
Adapun tujuan dari pemberdayaan pemuda melalui wadah
kelompok tani ternak “MANJING BINANGKIT”dalam usaha ternak domba adalah sebagai
berikut:
a)
Menciptakan lapangan pekerjaan di
perdesaan dalam rangka mengurangi pengangguran,
b)
Mencetak wirausahawan muda yang beretika sebagai pelopor dan
penggerak
c)
Pembangunan peternakan di perdesaan
d)
Menumbuhkan jejaring usaha antar
daerah,
e)
Meningkatkan pendapatan dan
kesejahteraan para anggota,
II. KEADAAN
UMUM
2.1 Profil Desa Condong
2.1.1
Geografis
Desa Condong
merupakan desa wilayah kecamatan Jamanis Kabupaten Tasikmalaya, yang pempunyai
daerah pertanian yang cukup luas. Secara administratif Desa Condong berada
dalam wilayah Kecamatan Jamanis Kabupaten Tasikmalaya, dan berbatasan langsung
sebelah utara dengan Desa Karangmulya dan Selatan dengan Kecamatan Sukahening.
Desa Condong
mempunyai potensi lahan yang cukup baik untuk usaha penggemukan ternak domba.
Lokasi yang cukup jauh dari perumahan agar terhindar dari polusi udara yang
dihasilkan dari limbah kotoran ternak dan resiko tertular penyakit ternak.
Walaupun jauh dari lalu lintas tidak menyulitkan dalam hal transportasi.
2.1.2 Mata
Pencaharian
Mata
pencaharian penduduk desa Condong 80 % Hidup sebagai petani, khususnya petani
padi sawah dan palawija, sisanya 20 % sebagai karyawan, pedagang, dan pegawai
negeri.
2.1.3 Profil
kelompok
Kelompok
tani ternak domba “MANJING BINANGKIT” Desa Condong Kecamatan Jamanis Kabupaten Tasikmalaya
merupakan kelompok domisili yang bergerak pada usaha tani ternak melalui usaha
menggemukan domba
2.1.4
Struktur Organisasi
Struktur
organisasi kelompok tani ternak domba “MANJING BINANGKIT”terdiri dari ketua,
sekretaris, bendahara, dan bidang-bidang yaitu sebagai berikut :
Ketua : ASEP TAUFIQURROHMAN, S.Pd.I
Sekretaris : SAMBAS ZAENI
Bendahara : DEDE JAMALUDIN
2.1.5
Anggota
Jumlah
anggota Kelompok Tani Ternak “MANJING BINANGKIT”adalah sebanyak 13 orang anggota
dengan rincian terlampir
III. RENCANA
PENGEMBANGAN USAHA DAN BIAYA
3.1 Lokasi
Usaha ternak
domba Kelompok Tani Ternak Domba “MANJING BINANGKIT” terletak di Desa Condong
Kecamatan Jamanis Kabupaten Tasikmalaya Propinsi Jawa Barat . Penentuan lokasi
ini didasarkan atas pertimbangan bahwa di desa Condong Berpotensi untuk usaha
ternak domba sangat mendukung, diantaranya : lokasi yang jauh dari pemukiman
penduduk, banyaknya areal persawahan dan pabrik pembuatan tahu dan tempe,
banyaknya Hijauan Makanan Ternak ( HMT ) sebagai pakan utama, dedak, ampas tahu
sebagai sumber pakan tambahan.
3.2 Jenis Usaha
Jenis usaha
ternak domba yang akan dikembangkan adalah usaha ternak penggemukan domba.
ANALISA
USAHA PENGGEMUKAN DOMBA JANTAN
|
||||||||||||||
( 22 EKOR
DOMBA DALAM JANGKA WAKTU 5 BULAN)
|
||||||||||||||
A.
|
PENGELUARAN
|
|||||||||||||
1.
|
Pembelian Bakalan Domba:
|
|||||||||||||
22
|
ekor
|
x
|
25
|
kg Bobot Hidup
|
x
|
Rp
30,000
|
/ekor
|
=
|
Rp 16,500,000
|
|||||
2.
|
Biaya Pakan Hijauan (HMT):
|
|||||||||||||
22
|
ekor
|
x
|
2.5
|
kg/ekor/hr
|
x
|
Rp 200
|
/kg
|
x
|
150
|
hr
|
=
|
Rp 1,650,000
|
||
3.
|
Biaya Tenaga Kerja:
|
|||||||||||||
2
|
Org
|
x
|
5
|
bulan
|
x
|
Rp 300,000
|
/ bln
|
=
|
Rp 3,000,000
|
|||||
TOTAL PENGELUARAN
|
Rp 21,150,000
|
|||||||||||||
B.
|
PENERIMAAN
|
|||||||||||||
1.
|
Penjualan Domba
|
|||||||||||||
ADG (Average Daily Gain) = 0.08 kg/ekor/hr
|
||||||||||||||
0.08
|
kg
|
x
|
150
|
hari
|
=
|
12 kg/ekor/hr
|
||||||||
22
|
ekor
|
x
|
37
|
kg Bobot Hidup
|
x
|
Rp 30,000
|
/ekor
|
=
|
Rp 24,420,000
|
|||||
2.
|
Penjualan Kompos/Pupuk Organik
|
|||||||||||||
22
|
ekor
|
x
|
1
|
kg/ekor/hr
|
x
|
Rp 200
|
/kg
|
x
|
150
|
hr
|
=
|
Rp 660,000
|
||
TOTAL PENERIMAAN
|
Rp 25,080,000
|
|||||||||||||
C.
|
KEUNTUNGAN
|
|||||||||||||
Ï€
|
(Keuntungan)
|
=
|
Total Penerimaan-Total Pengeluaran
|
|||||||||||
=
|
Rp 25,080,000
|
-
|
Rp 21,150,000
|
|||||||||||
=
|
Rp 3,930,000
|
/5 bulan
|
||||||||||||
=
|
Rp 786,000
|
/
|
bulan
|
|||||||||||
3.3 Skala Usaha
Skala usaha yang akan dilaksanakan dalam budidaya melalui usaha penggemukan
domba sebanyak 100 ekor domba jantan.
Untuk memenuhi sasaran usaha tani budidaya penggemukan domba yang baik,
maka perlu dibuat suatu strategi untuk pengembangannya yaitu melalui pendekatan
sebagai berikut:
(1) Pendekatan Teknis
a)
Peningkatan bobot badan per hari
melalui pemberian HMT dan Konsentrat,
b)
Mengurangi angka kematian melalui
pencegahan ( pemberian Vaksin, vitamin, dan obat obatan ), penelitian,
pemberantasan, dan pengendalian penyakit ternak (pemberian obat obatan),
c)
Mendatangkan ternak bakalan unggul
untuk penggemukan domba
(2) Pendekatan terpadu
Pendekaran
terpadu yaitu pendekatan yang melibatkan aspek teknologi produksi, aspek
ekonomi, dan aspek sosial
a)
Aspek teknologi produksi meliputi
perbaikan mutu bakalan, pakan ternak, penanggulangan penyakit ternak.
b)
Aspek ekonomis yaitu dengan
memperbaiki manajemen produksi, pasca panen, serta melakukan diversifikasi yang
berhubungan dengan usaha peternak domba seperti pembuatan pupuk organik,
budidaya cacing, budi daya rumput gajah.
c)
Aspek sosial yaitu menempatkan
peternak dalam kelompok supaya dapat berintegrasi satu sama lain.
(3) Pendekatan agribisnis
Yaitu
pendekatan diamana aspek aspek pengadaan dan penyaluran sarana produksi,
budidaya, pengelolaan dan pemasaran ditangani secara utuh dan menyeluruh
3.4 Teknologi Usaha
Pada pengembangan agribisnis/ domba / kambig ini menrapkan teknologi
produksi dan penangannan pasca panen merupakan kebutuhan yang tidak dapat di
tunda. Pemanfaatan teknologi diharapakan akan menjadi usaha peternak domba /
kambing menjadi lebih efisien dan efektif.
Pada usaha agribisnis ternak domba / akambing yang akan digunakan adalah
teknologi budidaya penggemukan, teknologi pakan ternak, dan teknologi pasca
panen.
ANALISA
USAHA PEMBIBITAN DOMBA ( 4 PEJANTAN
& 22 INDUK BETINA DALAM 12 BULAN)
|
||||||||||||||
A.
|
PENGELUARAN
|
|||||||||||||
1.
|
Pembelian Induk Betina:
|
|||||||||||||
22
|
ekor
|
@
|
35 kg BB
|
x
|
Rp 1,500,000
|
/ekor
|
=
|
Rp 31,000,000
|
||||||
2.
|
Pembelian Pejantan:
|
|||||||||||||
4
|
ekor
|
@
|
50 kg BB
|
x
|
Rp 2,500,000
|
/ekor
|
=
|
Rp 10,000,000
|
||||||
TOTAL PEMBELIAN DOMBA
|
=
|
Rp 41,000,000
|
||||||||||||
3.
|
Pakan
|
|||||||||||||
Biaya Pakan Hijauan (HMT):
|
||||||||||||||
-Bobot Badan Pejantan rata-rata 50 kg
|
||||||||||||||
Kebutuhan HMT = 10% x 50 kg = 5 kg HMT/ekor/hari
|
||||||||||||||
4
|
ekor
|
x
|
5
|
kg/ekor/hr
|
x
|
Rp 100
|
/kg
|
x
|
365
|
hr
|
=
|
Rp 730,000
|
||
-Bobot Badan Induk Betina rata-rata 35 kg
|
||||||||||||||
Kebutuhan HMT = 10% x 35 kg = 3,5 kg HMT/ekor/hari
|
||||||||||||||
22
|
ekor
|
x
|
3.5
|
kg/ekor/hr
|
x
|
Rp 100
|
/kg
|
x
|
365
|
hr
|
=
|
Rp 2,810,500
|
||
Total Kebutuhan HMT
|
=
|
Rp 3,540,500
|
||||||||||||
Biaya Pakan Konsentrat (maksimal 30% dari kebutuhan HMT)
|
||||||||||||||
Pakai 20% dari total kebutuhan HMT
|
||||||||||||||
-Pejantan : 10% x 5 kg HMT/ekor/hari = 0,5 kg/ekor/hari
|
||||||||||||||
4
|
ekor
|
x
|
0.5
|
kg/ekor/hr
|
x
|
Rp 1,000
|
/kg
|
x
|
365
|
hr
|
=
|
Rp 730,000
|
||
-Induk Betina : 10% x 3,5 kg HMT/ekor/hari = 0,35 kg/ekor/hari
|
||||||||||||||
22
|
ekor
|
x
|
0.35
|
kg/ekor/hr
|
x
|
Rp 1,000
|
/kg
|
x
|
365
|
hr
|
=
|
Rp 2,810,500
|
||
Total Kebutuhan Konsentrat
|
=
|
Rp 3,540,500
|
||||||||||||
TOTAL KEBUTUHAN PAKAN
|
=
|
Rp 7,081,000
|
||||||||||||
4.
|
Biaya Obat-obatan Ternak:
|
|||||||||||||
- Obat Cacing:
|
||||||||||||||
26
|
ekor
|
x
|
Rp 5,000
|
/3 bln
|
x
|
4
|
kali
|
=
|
Rp 520,000
|
|||||
- Vitamin:
|
||||||||||||||
26
|
ekor
|
x
|
Rp 5,000
|
/ bln
|
x
|
12
|
bln
|
=
|
Rp 1,560,000
|
|||||
- Antibiotik dan obat-obatan lainnya:
|
||||||||||||||
26
|
ekor
|
x
|
Rp 5,000
|
/ bln
|
x
|
12
|
bln
|
=
|
Rp 1,560,000
|
|||||
TOTAL
KEBUTUHAN KESEHATAN HEWAN
|
=
|
Rp 3,640,000
|
||||||||||||
TOTAL PENGELUARAN
|
=
|
Rp 53,721,000
|
||||||||||||
B.
|
PENERIMAAN
|
|||||||||||||
1.
|
Penjualan Induk dengan 2 anak umur 1bulan
|
|||||||||||||
22
|
ekor
|
x
|
Rp 1,500,000
|
/ekor
|
=
|
Rp 33,000,000
|
||||||||
2.
|
Penjualan Pejantan Afkir
|
|||||||||||||
4
|
ekor
|
x
|
Rp 2,500,000
|
/ekor
|
=
|
Rp 10,000,000
|
||||||||
3.
|
Penjualan Anak kelahiran pertama
|
|||||||||||||
Umur 6 bulan dengan tipe kelahiran ganda/kembar/twin
|
||||||||||||||
22
|
ekor anak jantan
|
x
|
Rp 1,000,000
|
/ekor
|
=
|
Rp 22,000,000
|
||||||||
22
|
ekor anak betina
|
x
|
Rp 800,000
|
/ekor
|
=
|
Rp 17,600,000
|
||||||||
4.
|
Penjualan Pupuk Organik
|
|||||||||||||
22
|
ekor
|
x
|
3
|
kg/ekor/hr
|
x
|
Rp 200
|
/kg
|
x
|
365
|
hr
|
=
|
Rp 4,818,000
|
||
70
|
ekor
|
x
|
1
|
kg/ekor/hr
|
x
|
Rp 200
|
/kg
|
x
|
180
|
hr
|
=
|
Rp 2,520,,000
|
||
TOTAL PENERIMAAN
|
Rp 89,938,000
|
|||||||||||||
C.
|
KEUNTUNGAN
|
|||||||||||||
Ï€
|
(Keuntungan)
|
=
|
Total Penerimaan-Total Pengeluaran
|
|||||||||||
=
|
Rp 89,938,000
|
-
|
Rp 53,721,000
|
|||||||||||
=
|
Rp
36,217,000
|
/ Tahun
|
||||||||||||
=
|
Rp
3,018,100
|
/
|
Bulan
|
|||||||||||
3.4.1 Perkandangan
Kandang merupakan tempat melakukan kegiatan pemeliharaan ternak domba dari
awal sampai masa penggemukan. Kandang ternak domba digunakan berbentuk
kandang-kandang baterai berukuran 60 Cm X 150 Cm / ekor domba dan tinggi kurang
lebih 1 M dari permukaan tanah. Ada 2 macam system kandang yang digunakan dalam
penggemukan yaitu individual / baterai dan koloni / berkelompok. Kandang domba
yang akan digunakan telah memenuhi persyaratan dimana terdapat sanitasi air
bersih berupa sumur pompa disamping kandang.
3.4.2 Proses Penggemukan Ternak Domba
Ternak domba yang akan digemukan dikandangkan secara berkelompok atau
individual dalam satu unit kandang yang dipelihara secara kelompok. Selanjutnya
dipilih terbak domba jantan berumur 8 – 12 bulan dengan bobot 20 – 25 / Kg /
ekor. Pemberian pakan hijauan diberi minimal 10 – 20% dari bobot badan,
sedangkan pakan konsetrat minimal 10% dari pakan hijauan. Lamanya penggemukan
disesuaikan dengan kebutuhan pasar, 3 – 4 bulan. Dengan pemberian pakan seperti
hal diatas minimal akan meningkatkan bobot badan per hari 100 – 200 gram / ekor
/ hari.
Untuk merealisasikan usaha ini dibutuhkan anggaran dana, dengan rincian
kebutuhan sebagai berikut :
RENCANA ANGGARAN DAN BIAYA PEMBIBITAN DOMBA
|
|||||||||||||||||||||||||
( 2 PEJANTAN DAN 11 INDUK
BETINA DALAM JANGKA WAKTU 12 BULAN)
|
|||||||||||||||||||||||||
A.
|
INVESTASI
|
||||||||||||||||||||||||
1.
|
Pembuatan
kandang individu
|
||||||||||||||||||||||||
26
|
ekor
|
x
|
Rp 700,000
|
/unit
|
=
|
Rp
18,200,000
|
|||||||||||||||||||
TOTAL
INVESTASI
|
=
|
Rp
18,200,000
|
|||||||||||||||||||||||
B.
|
PEMBELIAN BIBIT DOMBA
|
||||||||||||||||||||||||
1.
|
Pembelian
Induk Betina:
|
||||||||||||||||||||||||
22
|
ekor
|
@
|
35
kg BB
|
x
|
Rp
1,500,000
|
/ekor
|
=
|
Rp
33,000,000
|
|||||||||||||||||
2
|
Pembelian
Pejantan:
|
||||||||||||||||||||||||
4
|
ekor
|
@
|
50
kg BB
|
x
|
Rp
2,500,000
|
/ekor
|
=
|
Rp
10,000,000
|
|||||||||||||||||
TOTAL
PEMBELIAN BIBIT DOMBA
|
=
|
Rp
43,000,000
|
|||||||||||||||||||||||
C.
|
PAKAN
|
||||||||||||||||||||||||
1.
|
Biaya
Pakan Hijauan (HMT):
|
||||||||||||||||||||||||
-Bobot Badan Pejantan rata-rata 50 kg
|
|||||||||||||||||||||||||
Kebutuhan HMT = 10% x 50 kg = 5 kg HMT/ekor/hari
|
|||||||||||||||||||||||||
4
|
ekor
|
x
|
5
|
kg/ekor/hr
|
x
|
Rp 100
|
/kg
|
x
|
365
|
hr
|
=
|
Rp
730,000
|
|||||||||||||
-Bobot Badan Induk Betina rata-rata 35 kg
|
|||||||||||||||||||||||||
Kebutuhan HMT = 10% x 35 kg = 3,5 kg HMT/ekor/hari
|
|||||||||||||||||||||||||
22
|
ekor
|
x
|
3.5
|
kg/ekor/hr
|
x
|
Rp 100
|
/kg
|
x
|
365
|
hr
|
=
|
Rp
2,810,500
|
|||||||||||||
Total
Kebutuhan HMT
|
Rp
3,540,500
|
||||||||||||||||||||||||
2.
|
Biaya Pakan Konsentrat (maksimal 30% dari kebutuhan HMT)
|
||||||||||||||||||||||||
Pakai
20% dari total kebutuhan HMT
|
|||||||||||||||||||||||||
-Pejantan : 10% x 5 kg HMT/ekor/hari = 0,5 kg/ekor/hari
|
|||||||||||||||||||||||||
4
|
ekor
|
x
|
0.5
|
kg/ekor/hr
|
x
|
Rp 1,000
|
/kg
|
x
|
365
|
hr
|
=
|
Rp
730,000
|
|||||||||||||
-Induk Betina : 10% x 3,5 kg HMT/ekor/hari = 0,35kg/ekor/hari
|
|||||||||||||||||||||||||
22
|
ekor
|
x
|
0.35
|
kg/ekor/hr
|
x
|
Rp 1,000
|
/kg
|
x
|
365
|
hr
|
=
|
Rp
2,810,500
|
|||||||||||||
Total
Kebutuhan Konsentrat
|
=
|
Rp
3,540,500
|
|||||||||||||||||||||||
TOTAL
KEBUTUHAN PAKAN
|
=
|
Rp 7,081,000
|
|||||||||||||||||||||||
D.
|
KESEHATAN HEWAN
|
||||||||||||||||||||||||
-
Obat Cacing:
|
|||||||||||||||||||||||||
26
|
ekor
|
x
|
Rp 5,000
|
/3
bln
|
x
|
4
|
kali
|
=
|
Rp
520,000
|
||||||||||||||||
-
Vitamin:
|
|||||||||||||||||||||||||
26
|
ekor
|
x
|
Rp 5,000
|
/
bln
|
x
|
12
|
bln
|
=
|
Rp
1, 560,000
|
||||||||||||||||
-
Antibiotik dan obat-obatan lainnya:
|
|||||||||||||||||||||||||
26
|
ekor
|
x
|
Rp 5,000
|
/
bln
|
x
|
12
|
bln
|
=
|
Rp
1,560,000
|
||||||||||||||||
TOTAL KEBUTUHAN KESEHATAN
HEWAN
|
=
|
Rp
3,640,0,000
|
|||||||||||||||||||||||
E.
|
SELEKSI TERNAK
|
||||||||||||||||||||||||
22
|
ekor
|
x
|
Rp 25,000
|
=
|
Rp
650,000
|
||||||||||||||||||||
F.
|
ALAT TULIS KANTOR (ATK)
|
||||||||||||||||||||||||
1.
|
Papan
Recording Ternak
|
||||||||||||||||||||||||
22
|
ekor
|
x
|
Rp 20,000
|
/unit
|
=
|
Rp
520,000
|
|||||||||||||||||||
2.
|
Papan
data perkembangan populasi
|
=
|
Rp
400,000
|
||||||||||||||||||||||
3.
|
Alat tulis (spidol, ballpoint, pensil,dll)
|
=
|
Rp
200,000
|
||||||||||||||||||||||
5.
|
Fotocopy,
Jilid, dll
|
=
|
Rp
240,000
|
||||||||||||||||||||||
6.
|
Buku
administrasi kelompok
|
=
|
Rp
200,000
|
||||||||||||||||||||||
TOTAL
KEBUTUHAN ATK
|
=
|
Rp
1,560,000
|
|||||||||||||||||||||||
TOTAL
KEBUTUHAN KELOMPOK
|
=
|
Rp 50,601,000
|
|||||||||||||||||||||||
3.5 Penerapan Manajemen Kesehatan Ternak Pada Awal
Penggemukan
Kegiatan
manajemen kesehatan ternak meliputi :
a) Pemberian
vitamin,
b) Pemotongan
kuku,
c) Pemberian
obat cacing
d) Vaksinasi
septicaemia epizootica (SE) dan Antraks
e) Pencukuran
bulu.
3.5.1 Pemasaran
Ternak domba pada saat ini menjadi primadona pemeliharaan ternak di
pedesaan yang aman hal ini disebabkan ternak domba mempunyai peluang pasar
sangat terbuka lebar dan harga yang sangat kompetitif serta mudah dipasarkan. Cara
distribusi yaitu dengan bekerjasama dengan para pedagang domba dipasar –pasar
di wilayah sekitar kabupaten tasikmalaya dan para pembeli untuk acara (hajatan
/ aqiqah) atau penjual keliling dengan harga sesuai kondisi pasar, selain itu
domba akan dijual dengan cara stand sendiri pada saat menjelang hari Raya idul
Fitri dan Idul Adha.
Untuk target
pemasaran selanjutnya kami juga akan berusaha menyuplai tukang jagal domba /
rumah potong hewan diantaranya : RPH Ciawi, RPH Cikurubuk, RPH Singaparna,
kemudian menyuplai rumah makan, restoran, dan warung sate diantaranya sebagai
berikut : Warung sate Kajojo, Warung Sate Mang Hanan, Warung sate Cihaur
Pengkolan, Warung Sate ibu Teuing, dll.
V. PENUTUP
Dengan melihat analisa usaha dan peluang usaha kelompok tani ternak MANJING
BINANGKIT memiliki potensi untuk dapat di kembangkan guna memenuhi kebutuhan
daging jawa barat, khususnya Kabupaten Tasikmalaya.
Dengan modal usaha yang diberikan diharapkan sebagai sarana peningkatan
usaha yang lebih baik dan menguntungkan serta kesejahteraan keluarga meningkat.
Pada kesempatan ini kami menghaturkan terima kasih kepada Bapak Bupati Kabupaten Tasikmalaya melalui kepala dinas peternakan Kabupaten Tasikmalaya yang dapat memberikan bantuan modal usaha bagi kelompok tani ternak MANJING BINANGKIT desa Condong Kecamatan Jamanis Kabupaten Tasikmalaya.
Pada kesempatan ini kami menghaturkan terima kasih kepada Bapak Bupati Kabupaten Tasikmalaya melalui kepala dinas peternakan Kabupaten Tasikmalaya yang dapat memberikan bantuan modal usaha bagi kelompok tani ternak MANJING BINANGKIT desa Condong Kecamatan Jamanis Kabupaten Tasikmalaya.
Kami menyadari dengan segala keterbatan dan kekurangan dengan ini kami
mengharapkan bimbingan dan petunjuk serta saran demi perbaikan di masa yang
akan datang.
Condong , 25 Maret 2013
Ketua Kelompok Tani Ternak
MANJING BINANGKIT
ASEP TAUFIQURROHMAN, S.Pd.I
0 Responses to “Contoh Proposal Tani Ternak”
Posting Komentar