Apa itu Sistem Operasi Komputer ?
Manajemen Proses
Pengertian Sistem Operasi secara umum ialah pengelola seluruh sumber daya yang
terdapat pada sistem komputer dan menyediakan sekumpulan layanan (system
calls) ke pemakai sehingga memudahkan dan menyamankan penggunaan serta pemanfaatan sumber-daya sistem komputer.
Sistem operasi
mempunyai tiga tujuan utama (stalling, 1995)
-
Kenyamanan
-
Efesiensi
-
Mampu berevolusi
Kenyamanan : sistem operasi harus menjadikan penggunaan
komputer lebih nyaman
Efesiensi :
Sistem operasi menjadikan penggunaan sumber daya sistem komputer secara efesien.
Mampu
berevolusi : Sistem operasi mudah untuk
dikembangkan, pengujian, penambahan fungsi-fungsi baru tanpa mengganggu layanan yang dijalankan sistem komputer
Tugas sistem operasi
Sistem operasi
bertanggung jawab mengelola sumber daya
agar penggunaan sumber daya dikelola
secara benar dan efesien.
Struktur Sistem Operasi
Komponen-komponen Sistem
Pada kenyataannya tidak
semua sistem operasi mempunyai struktur yang sama. Namun menurut Silberschatz,
Peter Galvin, dan Greg Gagne, umumnya sebuah sistem operasi modern mempunyai
komponen
sebagai berikut:
• Manajemen Proses
• Manajemen Main-Memory
• Manajemen Secondary-Storage
• Manajemen Sistem I/O
• Manajemen File
• Sistem Proteksi
• Jaringan
• Command-Interpreter system
Proses adalah keadaan ketika sebuah program sedang di eksekusi. Sebuah
proses membutuhkan beberapa sumber daya untuk menyelesaikan tugasnya. sumber
daya tersebut dapat berupa CPU time, memori,
berkas-berkas, dan perangkat-perangkat I/O.
Sistem operasi bertanggung jawab atas aktivitas-aktivitas yang berkaitan
dengan manajemen proses seperti:
• Pembuatan dan penghapusan proses pengguna dan sistem proses.
• Menunda atau melanjutkan proses.
• Menyediakan mekanisme untuk proses sinkronisasi.
• Menyediakan mekanisme untuk proses komunikasi.
• Menyediakan mekanisme untuk penanganan deadlock
Manajemen Main-Memory
Main-memory atau lebih dikenal
sebagai memori adalah sebuah array yang besar dari word atau byte,
yang ukurannya mencapai ratusan, ribuan, atau bahkan jutaan. Setiap word atau
byte mempunyai alamat tersendiri.
Main-memory berfungsi sebagai tempat penyimpanan yang akses
datanya digunakan oleh CPU atau perangkat I/O. Main-memory termasuk
tempat penyimpanan data yang sementara (volatile), artinya data dapat
hilang begitu sistem dimatikan.
Sistem operasi bertanggung jawab atas aktivitas-aktivitas yang berkaitan
dengan manajemen memori seperti:
-
Menjaga track dari memori yang sedang digunakan dan
siapa yang menggunakannya.
-
Memilih program yang akan di-load ke memori.
-
Mengalokasikan dan meng-dealokasikan memory-space sesuai
kebutuhan.
Manajemen Secondary-Storage
Data yang disimpan dalam main-memory bersifat
sementara dan jumlahnya sangat kecil. Oleh karena itu, untuk meyimpan
keseluruhan data dan program komputer dibutuhkan secondary-storage yang
bersifat permanen dan mampu menampung banyak data. Contoh dari secondary-storage
adalah harddisk, disket, dll.
Sistem operasi bertanggung jawab atas aktivitas-aktivitas yang berkaitan
dengan disk-management seperti:
free-space management, alokasi penyimpanan,
penjadwalan disk
Manajemen Sistem I/O
Sering disebut device manager. Menyediakan "device
driver" yang umum sehingga operasi I/O dapat seragam (membuka,
membaca, menulis, menutup). Contoh: pengguna menggunakan operasi yang sama
untuk membaca berkas pada hard-disk, CD-ROM dan floppy disk.
Komponen Sistem Operasi untuk sistem I/O:
-
Buffer: menampung sementara data dari/ke perangkat I/O.
-
Spooling: melakukan penjadwalan pemakaian I/O sistem supaya lebih efisien
-
Menyediakan driver untuk dapat melakukan operasi
"rinci" untuk perangkat keras I/O tertentu.
Manajemen File
File adalah kumpulan informasi yang berhubungan (sesuai dengan tujuan
pembuat berkas tersebut). File dapat
mempunyai struktur yang bersifat hirarkis (direktori, volume dll). Sistem
Operasi bertanggung jawab:
• Pembuatan dan penghapusan berkas.
• Pembuatan dan penghapusan direktori.
• Mendukung manipulasi berkas dan direktori.
• Memetakan berkas ke secondary storage.
• Mem-backup berkas ke media penyimpanan yang permanen (nonvolatile).
Command-Interpreter System
Sistem Operasi menunggu instruksi dari pengguna (command driven).
Program yang membaca instruksi dan mengartikan control statements umumnya
disebut: control-card interpreter, command-line interpreter, dan UNIX
shell.
Command-Interpreter System sangat bervariasi
dari satu sistem operasi ke sistem operasi yang lain dan disesuaikan dengan
tujuan dan teknologi I/O devices yang ada. Contohnya: CLI, Windows, Pen-based
(touch)
Layanan Sistem Operasi
Eksekusi program adalah kemampuan sistem untuk "load" program ke
memori dan menjalankan program.
Operasi I/O: pengguna tidak dapat secara langsung mengakses
sumber daya perangkat keras, sistem operasi harus menyediakan mekanisme untuk
melakukan operasi I/O atas nama pengguna.
Sistem manipulasi berkas dalah kemampuan program untuk
operasi pada berkas (membaca, menulis, membuat, and menghapus berkas).
Komunikasi adalah pertukaran data/informasi antar dua atau lebih proses
yang berada pada satu komputer (atau lebih). Deteksi Erroradalah menjaga
kestabilan sistem dengan mendeteksi "error", perangkat keras
maupun operasi.
Efesisensi penggunaan sistem
merupakan :
q Resoursce allocator adalah mengalokasikan
sumberdaya ke beberapa pengguna atau job yang jalan pada saat yang
bersamaan.
q Proteksi menjamin akses ke sistem sumber daya dikendalikan (pengguna
dikontrol aksesnya ke sistem).
q Accounting adalah merekam kegiatan pengguna, jatah pemakaian sumber
daya (keadilan atau kebijaksanaan).
System Calls
System call menyediakan
interface antara program (program pengguna yang berjalan) dan bagian OS. System
call menjadi jembatan antara proses dan sistem operasi. System call ditulis
dalam bahasa assembly atau bahasa tingkat tinggi yang dapat
mengendalikan mesin, contoh: UNIX menyediakan System call: read,
write.
0 Responses to “Apa itu Sistem Operasi Komputer ?”
Posting Komentar