A.
JUDUL
MENINGKATKANKEMAMPUAN SISWA DALAM PENGERJAAN OPERASI HITUNG PENJUMLAHAN BILANGAN BULATMELALUI MEDIA GARIS BILANGAN DI SEKOLAH DASAR (Penelitian Tindakan Kelas pada
Pembelajaran Matematika di Kelas IV SDN Satialaksana Kecamatan Puspahiang Kabupaten
Tasikmalaya)
B.
LATAR
BELAKANG
Pendidikan
memegang peranan penting dalam mempersiapkan sumber daya manusia (SDM) yang
berkualitas dan mampu berkompetisi dalam perkembangan IPTEK. Pendidikan
merupakan salah satu cara pembentukan kemampuan manusia untuk menggunakan
rasional seefektif dan seefisien mungkin sebagai jawaban dalam menghadapi
masalah-masalah yang timbul dalam usaha menciptakan masa depan yang baik. Untuk
itu pendidikan perlu dikelola dangan baik.
Menurt
Dedi (2010 : 34) mengemukakan bahwa “
Pendidikan khusunya pendidikan matematika dimaksudkan untuk membantu
kelangsungan manusia dalam kehidupan sehari-hari diantaranya didalam
permasalahan sosial, ekonomi, dan alam sekitarnya.”
Matematika
merupakan salah satu cabang ilmu yang sangat penting, maka mata pelajaran
matematika diajarkan mulai dari jenjang Sekolah Dasar (SD) sampai perguruan
tinggi (minimal sebagai mata kuliah umum). Sampai saat ini setiap tahunnya yang
masuk daftar mata pelajaran yang diujikan secara nasional mulai dari tingkat SD
sampai Sekolah Menengah Atas (SMA) salah satunya mata pelajaran matematika.
Melalui pembelajaran matematika secara
bertahap dapat mengembangkan kemampuan berpikir logis, analisis, sistematis,
kritis dan kreatif. Berbagai macam kemampuan tersebut harus dikembangkan sedini
mungkin. SD sebagai salah satu lembaga formal dasar yang bernaung dibawah
Departemen Pendidikan Nasional mengemban misi dasar dalam memberi kontribusi
untuk mencapai tujuan pendidikan nasional.
“Matematika
merupakan ilmu yang universal yang mendasari perkembangan teknologi modern,
mempunyai peranan penting dalam berbagai disiplin dan memajukan daya piker
manusia. “pembelajaran matematika adalah proses pemberian pengalaman belajara
kepada peserta didik melalui serangkaian kegiatan yang terencana sehingga
peserta didik memperoleh kompetensi bahan matematika yang dipelajari (Muhsetyo,
2009 : 2.1).”
Tujuan mata
pelajaran metematika yang tercantum dalam Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan
(Depdiknas, 2006: 417) adalah sebagai berikut:
1. Memahami
konsep matematika, menjelaskan keterkaitan algoritma, secara luwes, akurat,
efisien dan tepat dalam pemecahan masalah.
2. Menggunakan
penalaran pada pola dan sifat, melakukan manipulasi matematika dalam membuat
generalisasi, menyusun bukti atau menjelaskan gagasan dan pernyataan
matematika.
3. Memecahkan
masalah yang meliputi kemampuan memahami masalah, merancang model matematika,
menyelesaikan model dan menafsirkan solusi yang diperoleh.
4. Mengkomunikasikan
gagasan lewat simbol, tabel, diagram atau media lain untuk memperjelas keadaan
atau masalah.
5. Memiliki
sikap menghargai kegunaan matematika dalam kehidupan, yaitu memiliki rasa ingin
tahu, perhatian dan minat dalam mempelajari matematika serta sikap ulet dan
percaya diri dalam memecahkan masalah.
Dalam pembelajaran
matematika idealnya tujuan-tujuan tersebut harus di kuasai siswa. Tidak hanya
pemahaman konsep atau penguasaan prosedur dan fakta tetapi kemampuan proses
juga harus dicapai oleh siswa secara menyeluruh dan saling menunjang.
Selain tujuan
diatas, menurut kurikulum Permendiknas 2006 dijelaskan bahwa mata pelajaran
matematika pada satuan pendidikan SD/MI meliputi aspek bilangan, geometri dan
pengukuran serta pengolahan data. Salah satu materi yang diajarkan dalam
kurikulum tersebut adalah tentang konsep operasi hitung penjumlahan bilangan
bulat.
“Untuk
menghitung konsep operasi hitung pada sistem bilangan bulat dapat dilakukan
dalam tiga tahap yaitu : tahap pengenalan konsep secara konkret, tahap
pengenalan konsep secara semi konkret atau semi abstrak, tahap pengenalan
konsep secara abstrak (Muhsetyo, 2009 : 3.11).”
Berdasarkan hal
tersebut dan kenyataan yang terjadi dilapangan menunjukan bahwa sebagian besar
peserta didik yang ada di kelas IV SDN Satialaksana Kecamatan Puspahiang
Kabupaten Tasikmalaya mengalami kesulitan dalam pembelajaran matematika
khususnya pada materi penjumlahan bilangan bulat, baik bilangan bulat positif
ataupun sebaliknya. Salah satu persoalan yang paling mendasar adalah karena
masih banyaknya
para peserta didik yang kurang memahami ataupun tidak dapat membedakan tanda –
atau + sebagai operasi hitung dengan tanda – atau + sebagai jenis suatu
bilangan. Selain persoalan yang dihadapi peserta didik, guru juga kurang
memahami tentang konsep dalam memberikan
penjelasan bagaimana melakukan operasi hitung khususnya pada penjumlahan
bilangan bulat secara konkret maupun secara abstrak (tanpa menggunakan alat
bantu). Hal ini bisa dibuktikan dari rata-rata hasil belajar
siswa yang kurang dari standar Kriteri Ketuntasan Minimal (KKM) yang telah ditetapkan
oleh sekolah yakni 60 untuk nilai KKM kelas.
Dari kenyatan
diatas diperlukan adanya usaha untuk lebih meningkatkan pemahaman
peserta didik tentang konsep operasi hitung pada penjumlahan bilangan bulat.
Salah satu upaya yang dilakukan adalah dengan penggunaan media atau alat peraga
yang sesuai. Dalam pengerjaan operasi
hitung bilangan bulat, salah satu media yang bisa guru terapkan adalah dengan
menggunakan media garis bilangan.
Berdasarkan
pemikiran tersebut, maka penulis tertarik untuk melakukan Penelitian Tindakan Kelas dengan judul “Meningkatkan
Kemampuan Siswa dalam Pengerjaan Operasi Hitung Penjumlahan Bilangan Bulat
Melalui Media Garis Bilangan.”
C.
PERUMUSAN
MASALAH
1.
Identifikasi dan
Analisis Masalah
Berdasarkan latar
belakang di atas dapat diidentifikasi beberapa masalah sebagai berikut :
a. Masih banyak peserta didik yang kurang memahami
operasi hitung bilangan bulat.
b. Masih banyak guru ataupun siswa yang tidak dapat
membedakan tanda dan jenis suatu bilangan sebagai operasi hitung.
c. Kurang tepatnya memberikan pengertian bilangan bulat.
d. Sulitnya memberikan penjelasan bagaimana melakukan
operasi hitung pada bilangan bulat.
2. Rumusan
Masalah
a. Rumusan
Masalah Secara Umum
Apakah penggunaan media garis bilangan dapat
meningkatkan pemahaman siswa dalam pengerjaan
operasi hitung penjumlahan bilangan bulat?
b. Rumusan
Masalah Secara Khusus
1)
Bagaimana perencanaan
pembelajaran dalam pengerjaan operasi
hitung penjumlahan bilangan bulat dengan media garis bilangan?
2)
Bagaimana proses
pembelajaran dalam pengerjaan operasi hitung
penjumlahan bilangan bulat dengan media garis bilangan?
3)
Bagaimana hasil belajar siswa dalam pengerjaan operasi hitung penjumlahan bilangan
bulat dengan media garis bilangan?
D.
TUJUAN
PENELITIAN
Penelitian
ini secara umum bertujuan untuk mendeskripsikan proses pembelajaran matematika
dengan menggunakan media garis bilangan dalam pengerjaan operasi hitung
penjumlahan bilangan bulat.
Secara
khusus tujuan yang hendak dicapai dalam penelitian ini
adalah sebagai berikut:
1. Mengetahui
perencanaan pembelajaran dalam pengerjaan
operasi hitung penjumlahan bilangan bulat dengan media garis bilangan.
2. Mengetahui
proses pembelajaran dalam
pengerjaan operasi hitung penjumlahan bilangan bulat dengan media garis
bilangan.
3. Mengetahui
hasil
belajar siswa dalam pengerjaan operasi hitung penjumlahan bilangan bulat dengan
media garis bilangan.
E.
MANFAAT
PENELITIAN
Penelitian
Tindakan Kelas (PTK) mempunyai manfaat yang sangat besar bagi proses
pembelajaran, dikarenakan bahwa penelitian tindakan kelas mempunyai tujuan
untuk memperbaiki pembelajaran dengan sasaran terakhir adalah memperbaiki
proses dan hasil belajara siswa. Hasil dari penelitian
ini diharapkan dapat bermanfaat:
1. Bagi
guru
Dapat
memperbaiki dan meningkatkan pembelajaran matematika di kelas sehingga
permasalahan yang dihadapi oleh siswa maupun oleh guru dapat diminimalkan.
2. Bagi
siswa
Dapat meningkatkan kemampuan
siswa dalam pembelajaran matematika khususnya dalam
penjumlahan bilangan bulat.
3. Bagi
sekolah
Hasil penelitian ini
akan memberikan sumbangan yang baik bagi sekolah dalam
rangka perbaikan pembelajaran
matematika.
F.
LANDASAN
TEORI
1. Kurikulum
Matematika
Matematika dalam
kurikulum berbasis kompetensi (Depdiknas, 2003:2) :
Standar kompetensi
bahan kajian matematika adalah meliputi kecakapan atau kemahiran matematika
yang diharapkan dapat tercapai dalam belajar matematika mulai dari SD dan MI
sampai SMA dan MA adalah sebagai berikut :
a.
Menunjukan pemahaman konsep matematika yang dipelajari, menjelaskan keterkaitan
antar konsep dan mengaplikasikan konsep atau algoritma, secara luwes, akurat,
efisien, dan tepat dalam pemecahan masalah.
b.
Memiliki kemampuan
mengkomunikasikan gagasan dengan simbol, tabel, grafik, atau diagram untuk
memperjelas keadaan atau masalah.
c. Menggunakan
penalaran pada pola, sifat atau melakukan manipulasi matematika dalam membuat
generalisasi, menyusun bukti, atau menjelaskan gagasan dan
pernyataan matematika.
d. Menunjukan
kemampuan strategik dalam membuat (merumuskan), menafsirkan dan menyelesaikan
model matematika dalam pemecahan masalah.
e. Memiliki
sikap menghargai kegunaan matematika dalam kehidupan.
Matematika dalam
Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan mempunyai tujuan yang hampir sama dengan
yang tertera dalam Kurikulum Berbasis Kompetensi. Tujuan pembelajaran
matematika menurut Permendiknas No. 22 ( Depdiknas, 2006 : 110) hendaknya
meliputi hal berikut:
a.
Memahami konsep
matematika, menjelaskan keterkaitan antar konsep dan mengaplikasikan konsep
atau algoritma, secara luas, akurat, efisien dan tepat dalam pemecahan masalah.
b.
Menggunakan penalaran
pada pola dan sifat, melakukan manipulasi matematika dalam membut generalisasi,
menyusun bukti atau menjelaskan gagasan dan pernyataan matematika.
c.
Memecahkan masalah yang
meliputi kemampuan memahami masalah, merancang
model matematika, menyelesaikan
model dan menafsirkan solusi yang diperoleh.
d.
Mengkomunikasikan
gagasan dengan simbol, tabel, diagram atau media lain untuk memperjelas keadaan
atau masalah.
e.
Memiliki sikap
menghargai kegunaan matematika dalam kehidupan, yaitu memiliki rasa ingin tahu,
perhatian dan minat dalam mempelajari matematika , serta sikap ulet dan percaya
diri dalam pemecahan masalah.
“Perencanaan pembelajaran
merupakan catatan-catatan hasil pemikiran awal seorang guru sebelum mengelola
proses pembelajaran. Perencanaan pembelajaran merupakan persiapan mengajar yang
berisi hal-hal yang perlu atau harus dilakukan oleh guru dan siswa dalam
melaksanakan kegiatan pembelajaran, yang antara lain meliputi; pemilihan
materi, metode, media, dan alat evaluasi. Unsur-unsur tersebut tentunya harus
menyacu pada silabus yang ada (Winarno, 2003 : 4).”
Perbedaan antara
silabus dengan rencana pembelajaran didalam Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan
(KTSP) sangat jelas. Silabus memuat hal-hal yang perlu dilakukan siswa untuk
menuntaskan suatu kompetensi secara utuh,artinya di dalam suatu silabus adakalanya beberapa kompetensi yang
sejalan akan disatukan, sehingga perkiraan waktunya belum tahu pasti berapa
pertemuan yang akan dilakukan.
Unsur-unsur yang
perlu diperhatikan dalam penyusunan rencana pembelajaran adalah :
a.
Berdasarkan kompetensi
dan kemampuan dasar yang harus dikuasai siswa, serta materi dan sub materi
pembelajaran, pengalaman belajar, yang telah dikembangkan dalam silabus.
b.
Digunakan berbagai
pendekatan yang sesuai dengan materi yang memberikan kecakapan hidup (life skills) sesuai dengan permasalahan
dan lingkungan sehari-hari (pendekatan kontekstual)
c.
Digunakan metode dan
media yang sesuai, yang mendekatkan siswa dengan pengalaman langsung.
d.
Penilaian dengan sisten
pengujian menyeluruh dan berkelanjutan didasarkan pada sistem penngujian yang
dikembangkan selaras dengan pengembangan silabus.
2. Pengertian
Matematika
Dienes (Yahya,
2009) mengatakan bahwa, matematika
adalah ‘ilmu seni kreatif.’
Jackson (Yahya,
2009) mengemukakan bahwa, matematika adalah ‘suatu
bahasa, struktur logika, batang tubuh dari bilangan dan ruang, rangkaian metode
untuk menarik kesimpulan, esensi ilmu terhadap dunia fisik dan sebagai
aktivitas intelektual.
Moeliono (Sarah,
2009) berpendapat bahwa, matematika sebagai ‘ilmu
tentang bilangan-bilangan, hubungan antara bilangan dan prosedur operasional
yang digunakan dalam menyelesaikan masalah mengenai bilangan’.
Soedjadi
(Abrauw, 2001) mengemukakan bahwa, matematika sebagai ‘salah satu ilmu dasar,
baik aspek terapannya maupun aspek penalarannya mempunyai peranan yang penting
dalam upaya penguasaan ilmu dan teknologi’.
Jadi pelajaran
matematika adalah salah satu mata pelajaran yang wajib diikuti oleh seluruh
siswa, mulai dari tingkat dasar sampai menengah sesuai dengan jenjang dan
tingkatnya terangkum dalam kurikulum yang berlaku.
3. Proses
Belajar Mengajar Matematika
Proses dalam
pengertiannya disini merupakan interaksi semua komponen atau unsur yang
terdapat dalam ikatan untuk mencapai tujuan.
Belajar yaitu
proses perubahan tingkah laku yang dialami oleh individu dalam berinteraksi
dengan lingkungannya. Perubahan yang terjadi dapat berupa perubahan dalam
kebiasaan (habit), kecakapan (skill), pengetahuan (kognitif), sikap (afektif)
dan keterampilan dasar (psikomotor).
Mengajar pada
hakekatnya suatu proses, yakni proses mengatur, mengorganisasi lingkungan yang
ada di sekitar siswa sehingga dapat menumbuhkan, mendorong dan memberikan
bimbingan atau bantuan kepada siswa dalam melakukan proses belajarnya.
Sementara
matematika adalah pelajaran yang memerlukan pemusatan pikiran untuk mengingat
dan mengenal kembali semua aturan yang ada dan harus dipenuhi untuk menguasai
materi yang dipelajari.
Berdasarkan
uraia di atas, dapat disimpulkan bahwa proses belajar mengajar matematika
merupakan suatu proses peningkatan kemampuan dalam mempelajari matematika,
sedangkan guru dalam mengajar harus pandai mencari pendekatan pembelajaran yang
akan membantu siswa dalam kegiatan belajarnya.
4. Bilangan Bulat dan Pembelajarannya di SD
Pembahasan
mengenai bilangan bulat (integers)
tidak bisa dipisahkan dari uraian tentang bilangan asli (natural/counting numbers). Bilangan bulat merupakan bagian dari
bilangan rasional. Bilangan bulat adalah “Bilangan yang terdiri dari bilangan
bulat positif, nol dan bilangan bulat negative (Darhim, 1991 : 268).”
Bila
ditulis dalam suatu himpunan, bilangan bulat adalah B = {…..,-5, -4, -3, -2,
-1, 0, 1, 2, 3, 4, 5, ….}. arti titik dalam kurung B itu merupakan sebuah
petunjuk bahwa bilangan bulat selalu dimulai dari bilangan bulat positif tak
terhingga. Sedangkan apabila disaikan dalam bentuk garis bilangan, bilangan
bulat terdapat urutan-urutan tertentu menentukan letak urutan titik-titiknya
untuk bilangan positif akan berada disebelah kanan nol, an untuk bilangan
negative akan berada disebelah kiri nol. Dengan meletakan nol tepat dititik
pangkal garis bilangan.
“Pada
operasi penjumlahan bilangan bulat, terdapat sifat-sifat penting yaitu sifat
tertutup, sifat pertukaran, sifat pengelompokan, sifat bilangan nol dan sifat
invers penjumlahan (Gatot Muhsetyo, 2009 : 3.26).” dalam operasi hitung
bilangan bulat juga terdapat operasi hitung penjumlahan, pengurangan, pembagian
dan perkalian. Dalam penelitian ini penulis hanya kan membahas tentang operasi
hitung pada penjumlahan bilangan bulat saja dengan menggunakan media garis
bilangan.
“Penjumlahan
bilangan bulat pada garis bilangan selalu dimulai dari titik nol yang kemudian
diikuti oleh bilangan-bilangannya (Karso, 2006 :6.42).”
Operasi
hitung pada penjumlahan bilangan bulat sering pula disebut sebagai pengerjaan
hitung penjumlahan bilangan bulat atau penjumlahan bilangan bulat. Dalam
penjumlahan bilangan bulat sama halnya seperti pada penjumlahan bilangan asli
dan bilanga cacah, yaitu menggunakan tanda tambah atau plus dengan notasi (+)
dan tanda kurang atau selisih atau minus dengan notasi (-).
Penjumlahan
bulat dalam penelitian ini yaitu tentang penjumlahan bilangan bulat positif dan
negative atau sebaliknya. Untuk mempermudah tentang operasi hitung penjumlahan
bilangan bulat maka diperlukan penjelasan tentang langkah-langkah penjumlahan bilanga
tersebut. Langkah-langkah penjumlahan bilangan bulat positif dan negative pada
garis bilangan adalah :
a. Bilangan pertama selalu dimulai dari nol (0).
b. Bilanga kedua dimulai dari ujung panah yang pertama.
c. Bilangan positif arah anak panah kekanan.
d. Bilangan negative arah anak panah kekiri.
e. Hasil ditunjukan oleh anak panah paling akhir.
5. Penggunaan Media Garis Bilangan dalam Pengajaran
Matematika
Kata
media berasal dari bahasa latin medius yang secara harfiah berarti “Tengah”,
“Perantara”, atau “Pengantar”. Sedangkan menurut Badudu (KBBI, 1996 : 880)
media diartikan sebagai alat untuk komunikasi perantara atau penghubung.
“Media pembelajaran dalam pembelajaran matematika SD
adalah alat bantu pembelajaran yang digunakan untuk menampilkan,
mempresentasikan, menyajikan, atau menjelaskan bahan pelajaran kepada peserta
didik (Muhsetyo, 2009 : 2.2).” media adalah alat bantu pembelajaran yang secara
sengaja dan terencana disediakan untuk mempresentasikan atau menjelaskan bahan
pelajaran. Dapat disimpulkan bahwa media adalah segala sesuatu yang dapat
diindera yang berfungsi sebagai perantara/sarana/alat untuk proses komunikasi.
Pengelompokan
berbagai jenis media apabila dilihat dari segi perkembangan teknologi oleh
Seels dan Glaslow (1990) dalam (Arsyad, 2007 : 33) dibagi dalam dua kategori
yaitu pemilihan media tradisional dan pemilihan media teknologi modern.
a. Media Tradisional
1.
Visual yang
diproyeksikan
- Proyeksi
Opaque (tak tembus pandang)
- Proyeksi
Overhead
- Sliders
- Film
Strips
2.
Visual yang tak
diproyeksikan
- Gambar/Poster
- Foto
- Charts, Grafik, Diagram
- Papan Info
b. Media Teknologi Modern
- Media Berbasis Telekomunikasi
- Media Berbasis Mikroprosesor
Dalam hal ini penulis menyimpulkan bahwa media
pengajaran garis bilangan termasuk pada kategori pilihan media tradisional
visual yang tak diproyeksikan yaitu media grafik. Grafik seperti tabel, grafik,
dan chart (bagan) yang menyajikan gambaran/kecendrungan data atau antar
hubungan perangkat gambar atau angka-angka.
“Penggunaan grafik media garis bilangan untuk
menggambarkan intisari dari keseluruhan materi sebelum menyajikan unit demi
unit pelajaran untuk digunakan oleh siswa dalam mengorganisasikan informasi
(Arsyad, 2007 : 92).”
G.
KERANGKA
BERPIKIR
Penelitian ini
merupakan keterkaitan antara variabel proses dengan variabel hasil. Variabel
proses berupa pembelajaran matematika dengan
menggunakan media garis bilangan sedangkan variabel hasil
adalah kemampuan siswa dalam
pengerjaan operasi hitung penjumlahan bilangan bulat.
Dari hasil
observasi yang penulis lakukan di SDN Satialaksana,
sebagian besar siswa dalam pelajaran matematika mengalami kesulitan khususnya ketika mereka mempelajari materi tantang
operasi bilangan bulat. Peserta didik sebagian besar kurang memahami tentang
tanda baca dari suatu bilangan, mereka juga kurang memahami pembelajaran tanpa
menggunakan media/alat bantu. Media garis bilangan adalah salah satu media
dalam pembelajaran matematika khususnya dalam penjumlahan bilangan bulat.
Penggunaan media garis bilangan ini diyakini akan mampu membantu memperjelas
pemahaman anak tentang konsep bilangan bulat, khusunya bilangan bulat positif.
Pada akhirnya, dengan media garis bilangan akan mempermudah anak dalam memahami
pengerjaan hitung matematika secara umum. Kemampuan guru didalam penguasaan
bahan ajar serta penggunaan alat bantu/media yang relevan juga, akan lebih
memudahkan siswa dalam pembelajaran matematika khususnya dalam dalam pengerjaan
operasi hitung penjumlahan bilangan bulat. Berdasarkan pertimbangan tersebut,
penulis meyakini bahwa penggunaan media garis bilangan akan lebih memudahkan
siswa dalam pengerjaan operasi hitung penjumlahan bilangan bulat.
H.
ANGGAPAN
DASAR
Menurut
Surakhmad (dalam
Suharsimi, 2005 : 28) disebutkan bahwa anggapan dasar atau postulat adalah sebuah
titik tolak pemikiran yang kebenarannya diterima oleh penyelidik. Adapun
anggapan dasar dalam penelitian ini adalah :
1. Kegiatan belajar mengajar (KBM) memerlukan media yang
tepat dan sesuai dengan materi yang akan diajarkan.
2. Media garis bilangan merupakan media yang tepat dalam
konsep pengerjaan penjumlahan bilangan bulat dalam pembelajaran matematika.
3. Penggunaan media garis bilangan
I.
HIPOTESIS
TINDAKAN
Menurut
Hermawan, R. et All (2007 : 19) “Hipotesis adalah jawaban sementara atau dugaan
sementara terhadap pertanyaan penelitian. Dapat disimpulkan bahwa hipotesis
adalah jawaban sementara dari suatu permasalahan sebelum dibuktikan dengan
penelitian. Adapun hipotesis dalam tindakan penelitian ini adalah dalam pembelajaran
matematika dengan menggunakan media
garis bilangan secara baik yang dilaksanakan di kelas IV Sekolah Dasar Negeri
Satialaksana Kecamatan Puspahiang Kabupaten Tasikmalaya diyakini akan mampu
meningkatkan pemahaman siswa dalam pembelajaran
matematika khususnya dalam pengerjaan operasi hitung penjumlahan
bilangan bulat yaitu penjumlaham bilangan bulat positif.
J.
METODE
PENELITIAN
1. Model
PTK
Model
yang digunakan dalam penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas.
Menurut
Hermawan (2007:
79) PTK dapat didefinisikan sebagai suatu bentuk penelitian yang bersifat
reflektif dengan melakukan tindakan-tindakan tertentu agar dapat memperbaiki
dan atau meningkatkan praktek-praktek pembelajaran di kelas secara lebih
profesional.
Sedangkan
menurut Suharsimi (2006: 96), Penelitian
Tindakan Kelas yaitu “penelitian yang
dilakukan oleh guru kelas atau di sekolah tempat ia mengajar dengan penekanan
pada penyempurnaan atau peningkatan proses dan praktis pembelajaran”.
Model
Penelitian Tindakan Kelas yang akan
digunakan adalah model yang dikembangkan oleh Kemmis dan Mc. Taggart.
Penelitian tindakan model Kemmis dan Mc. Taggart ini menggunakan sistem spiral
refleksi diri yang dimulai dengan perencanaan (planing), tindakan (acting),
pengamatan (observing), reflektif (reflecting) dan perencanaan kembali.
Secara
skematis model Penelitian
Tindakan Kelas yang dimaksud
sebagai berikut :
Alur Pelaksanaan
Tindakan Dalam PTK
Gambar 1.1
Penelitian
Tindakan Model Kemmis dan Mc. Taggart
Model yang dikembangkan oleh Kemmis dan Mc.
Taggart seperti gambar diatas adalah penelitian yang terdiri dari beberapa
siklus. Tiap siklus dimulai dari rencana (planing),
kemudian tindakan (acting),
dilanjutkan dengan observasi (observing)
dari tindakan yang telah dilakukan dan yang terakhir refleksi (reflecting). Jika pada siklus pertama
penelitian tersebut kurang baik, maka penelitian dilanjutkan dengan siklus
kedua dengan melakukan perbaikan
terhadap rencana penelitian yang pertama (rencana direvisi). Siklus tersebut
akan berhenti jika penelitian yang dilakukan telah dirasa cukup.
2. Setting
Penelitian
a. Lokasi
Penelitian
Penelitian
tindakan kelas ini akan dilaksanakan di SDN Satialaksana
Kecamatan Puspahiang Kabupaten
Tasikmalaya. Alasan
memilih lokasi penelitian tersebut karena sekolah ini merupakan tempat peneliti
bekerja sebagai tenaga pendidik sehingga diharapkan dapat melancarkan dalam kegiatan penelitian. Selain
itu peneliti juga akan mudah
dalam berkomunikasi karena sudah mengenal karakter anak didik serta lingkungan
sekitar.
b. Subjek
Penelitian
Subjek
penelitian tindakan kelas ini yaitu siswa kelas V SDN Satialaksana Kecamatan Puspahiang
Kabupaten Tasikmalaya. Jumlah siswa yang menjadi subjek penelitian adalah
sebanyak 22 orang, terdiri dari 10 orang siswa laki-laki dan 12 orang siswa
perempuan.
c. Definisi
Operasional
Variabel
proses pada Penelitian Tindakan Kelas ini adalah Pembelajaran Matematika dengan
menggunakan media garis bilangan dalam konsep penjumlahan bilangan bulat. Konsep
penjumlahan bilangan bulat yang dimaksud adalah penjumlahan bilangan bulat
positif. Dalam hal ini peneliti menggunakan media garis bilangan dalam
pembelajaran penjumlahan bilangan bulat positif.
Variabel
hasil pada penelitian ini adalah kemampuan siswa dalam konsep penjumlahan
bilangan bulat positif. Keberhasilan yang dimaksud dibuktikan dengan hasil
belajar yang diperoleh siswa dalam pembelajaran tersebut.
d.
Fokus Tindakan
1)
Kinerja Guru
a.
Meningkatkan kemampuan
guru membuat rencana pembelajaran matematika dengan dengan menggunakan media
garis bilangan dalam penjumlahan bilangan bulat
b.
Meningkatkan kemampuan
guru mengelola pembelajaran matematika dengan menggunakan media garis bilangan.
2)
Aktivitas dan Hasil
Belajar Siswa
a.
Meningkatkan kemampuan
siswa dalam pengerjaan operasi hitung penjumlahan bilangan bulat positif.
b.
Meningkatkan hasil
belajar siswa dalam pembelajaran
matematika
dengan menggunakan media garis bilangan.
3. Prosedur
Penelitian
a. Orientasi dan Identifikasi
Masalah
Tahap
orientasi dan identifikasi masalah merupakan tahap awal dalam kegiatan
penelitian. Kegiatan-kegiatan yang dilakukan dalam tahap ini adalah sebagai
berikut:
1) Melakukan
telaah terhadap standar kompetensi, kompetensi dasar indikator, tujuan
pembelajaran, dan materi, yang terdapat dalam Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan
mata pelajaran matematika kelas IV semester 2 serta pelaksanaan
pembelajarannya.
2) Melakukan
orientasi dengan fokus perhatian terhadap penggunaan media garis bilangan. Mengidentifikasi
kemampuan awal siswa dalam pengerjaan operasi hitung penjumlahan bilangan bulat.
3) Mengidentifikasi
proses pelaksanaan pembelajaran matematika dengan menggunakan media garis
bilangan.
4) Mengidentifikasi
hasil pembelajaran matematika dengan menggunakan media garis bilangan.
b. Perencanaan
Tindakan Penelitian
Dalam tahap perencanaan,
kegiatan yang dilakukan adalah :
1)
Membuat Rencana
Pelaksanaan Pembelajaran
2)
Menyiapkan alat peraga
3)
Menyiapkan instrumen
penelitian
4)
Mendesain alat evaluasi
pembelajaran
c. Pelaksanaan
Tindakan Penelitian
Pelaksanaan
tindakan penelitian dengan menggunakan media garis bilangan diupayakan
berdasarkan tahapan-tahapan yang telah direncanakan dan dipersiapkan
sebelumnya.
Pada
tahap pelaksanaan tindakan, dilakukan proses pembelajaran dengan menggunakan media
garis bilangan yang sekurang-kurangnya
akan dilaksanakan dalam dua siklus, meliputi pembelajaran matematika dengan
menggunakan Lembar Aktivitas Siswa (LAS) yang dikerjakan secara berkelompok dan
lembar evaluasi yang dikerjakan secara individu pada akhir pembelajaran.
4. Teknik
Pengumpulan Data
Untuk
memperoleh kebenaran yang objektif dalam pengumpulan data diperlukan adanya
instrumen sehingga masalah yang diteliti dapat direfleksi dengan baik.
Instrumen penelitian yang digunakan
untuk mengumpulkan data tersebut adalah :
a. Observasi
Observasi
adalah suatu cara untuk mengungkap sikap/perilaku siswa dalam belajar matematika, sikap guru serta
interaksi antara siswa dengan guru dan siswa dengan siswa selama proses
pembelajaran berlangsung. Observasi ini dilakukan oleh guru dan hasil observasi
ini dijadikan dasar refleksi dan
tindakan yang dilakukan.
b. Wawancara
Wawancara
dilakukan dengan cara mengemukakan beberapa pertanyaan kepada siswa secara
acak. Wawancara dengan siswa dilakukan
untuk memperoleh informasi tentang pembelajaran matematika yang sedang
dipelajari. Aspek-aspek dalam lembar wawancara siswa berkaitan langsung dengan
pelaksanaan tindakan. Hal ini dimaksudkan untuk memperoleh gambaran data tentang keberadaan siswa dalam proses pembelajaran, baik tentang motivasi belajar
maupun partisipasi dalam meningkatkan prestasi belajar. Selain itu wawancara
juga digunakan dalam rangka mengungkapkan
pengalaman pribadi siswa terhadap pelaksanaan pembelajaran matematika
sebelum dan sesudah penelitian.
d. Lembar Aktivitas Siswa (LAS)
Lembar
Aktivitas Siswa adalah lembar yang
berisi soal-soal yang harus dipelajari oleh siswa. LAS digunakan untuk melihat hasil belajar siswa dan untuk
mengidentifikasi penguasaan pembelajaran siswa terhadap matematika yang sedang
dipelajarinya. Data dari LAS ini digunakan untuk melihat perubahan hasil
belajar siswa.
5. Teknik
Analisis Data
Data-data
dalam penelitian ini dikumpulkan kemudian diolah dan dianalisis. Pengolahan dan analisis
data ini dilakukan selama berlangsungnya penelitian sejak dari awal sampai
pelaksanaan tindakan. Teknis analisis data yang digunakan yaitu yang bersifat analisis
kualitatif dan kuatitatif. Data yang bersifat kuantitatif diperoleh dari
hasil evaluasi setelah selesai
pembelajaran dan dari hasil kerja kelompok selama proses pembelajaran.
Sedangkan data yang bersifat kualitatif
diperoleh dari hasil respon siswa melalui observasi dan wawancara.
6. Kriteria
Keberhasilan
Standar
keberhasilan tindakan perbaikan yang dilaksanakan guru untuk meningkatkan kemampuan
siswa dalam penjumlahan bilangan bulat adalah sebagai berikut :
a. Bagi
Guru
Guru
berkemampuan baik apabila sekurang-kurangnya 65% menunjukan penguasaan
indikator yang telah ditetapkan untuk setiap aspek performance guru dalam PTK
(membuat RPP dan proses pembelajaran matematika dengan menggunakan media garis
bilangan).
b. Bagi
Siswa
Kemampuan
siswa meningkat apabila minimal sebanyak 65% hasil belajar siswa melebihi
standar KKM yang telah ditetapkan yakni 65 %.
K.
JADWAL PENELITIAN
Jadwal penelitian ini selama 5 bulan mulai dari
bulan September 2010 sampai dengan bulan Januari 2011, dengan jadwal penelitian
sebagai berikut :
Tabel 1.1
Jadwal Penelitian
L.
DAFTAR
PUSTAKA
Abrauw,
dkk. (2001). Perkembangan Intelektual
dalam Belajar Geometri.
[Online].
Tersedia: http://www.digilib.itb.ac.id/gdl.php
[4 September 2010]
Arikunto,
Suharsimi. (2006). Prosedur Penelitian
Suatu Pendekatan Praktik.
Jakarta:
Rineka Cipta.
Arsyad, A (2007). Media Pembelajaran. Jakarta : Grapindo
Persada.
Dedi. (2010). Mata Pelajaran Matematika di Kelas 4 SD. Bandung
: Diknas Provinsi Jawa Barat.
Depdiknas. (2005). Kamus Besar Bahasa Indonesia. Jakarta :
Balai Pustaka.
Depdiknas.
(2003). Standar Kompetensi dan Kompetensi
Dasar KTSP. Tasikmalaya : Depdiknas.
Hermawan,
Ruswandi, Mujono dan Suherman, Ayi. (2007). Metode
Penelitian Pendidikan Sekolah Dasar. Bandung: UPI PRESS.
Karso,
dkk. (2007). Pendidikan Matematika I. Jakarta
: Universitas Terbuka.
Muchsetyo, dkk
(2007). Konsep Dasar Matematika. Jakarta
: Universitas Terbuka.
Permendiknas
RI n0.22 tahun 2006 (2006). Standar Isi
Untuk Satuan Pendidikan Dasar dan Menengah. Jakarta : Media Makmur Jaya
Mandiri.
Sarah.
(2009). Peran Matematika Sebagai Alat
Berpikir. [Online]. Tersedia:
http://www.lagu-gaul.com
[14 September 2010]
Winarno,
dkk. (2003). Perencanaan Pembelajaran. Jakarta
: Depdiknas.
Yahya,
A. H. F. (2009). Memahami Kembali
Definisi dan Deskripsi Matematika. [Online]. Tersedia: http://www.masthoni.wordpress.com
[14 September 2010]
2 Responses to “CONTOH PROPOSAL PTK MENINGKATKAN KEMAMPUAN SISWA DALAM PENGERJAAN OPERASI HITUNG PENJUMLAHAN BILANGAN BULAT MELALUI MEDIA GARIS BILANGAN DI SEKOLAH DASAR”
terimakasih gan artikelnya sangat membantu, salam sukses
17 November 2016 pukul 04.16thnks
22 November 2016 pukul 05.02Posting Komentar