PENGARUH TELEVISI TERHADAP KEHIDUPAN MASYARAKAT
DI KAMPUNG KENDENG
(Penelitian Dilaksanakan
di Kampung Kendeng Rt 02 dan Rt 014
Desa Cikupa
Kecamatan Karangnunggal)
I. PENDAHULUAN
Era globalisasi dunia telah berimplikasi
kepada semakin banyaknya perubahan dalam menghayati arti kehidupan bagi manusia
modern. Perubahan terhadap gaya hidup berorientasikan perkembangan teknologi
informasi, juga mempengaruhi perkembangan budaya, pola pikir, sikap, dan gaya
hidup (pola hidup) yang bersendikan adat, etika, serta penghayatan terhadap
norma agama dan nilai-nilai kemanusiaan.
Di Zaman yang serbah canggih ini, saat kita
memerlukan berita atau informasi sudah sangat mudah memperolehnya. Dari sekian
banyak kemajuan teknologi salah satu diantaranya adalah pesawat televisi.
Berbicara mengenai televisi, tentu ada tiga pihak yang terlibat di dalamnya,
yakni yang menyajikan, yang disajikan dan yang menikmati. Televisi yang selama
ini berperan sebagai media massa elektronik, walaupun dalam bentuk yang paling
sederhana, ternyata mampu menggelitik, mempengaruhi dan menggiring seluruh umat
manusia untuk membeli dan memilikinya di berbagai belahan bumi ini sehingga
boleh jadi, sampai hari ini, sudah sekian milyar pesawat televisi diproduksi
banyak pabrik di seluruh dunia. Sementara merk, harga, mutu dan modelnya pun
sudah sangat beragam dan banyak pilihan.
Televisi dengan berbagai program acara
siarannya selama ini dengan berbagai jenis tayangan informasi dan hiburannya
memang selalu menawarkan suatu kenikmatan tersendiri bagi para pemirsanya.
Manfaat dan kegunaan pesawat televisi memang banyak, namun dibandingkan dengan
keuntungannya, manfaat menonton acara televisi sampai saat ini jauh lebih sedikit ketimbang kemudaratan atau
kerugian yang akan ditimbulkannya.
Dikarenakan
hal itu, penelitian pada pengaruh TV terhadap kehidupan masyarakat sangat
diperlukan untuk membandingkan kuntungan dan kerugian menonton acara televisi
bagi masyarakat.
II. HASIL
PENELITIAN
Hasil penelitian di kp kendeng Rt 02 dan Rt 14, menurut penuturan Ibu Uum
Umayah dan Ibu Emus Muslihat bahwa
masuknya televisi ke kp Kendeng sekitar tahun 1970-an dengan bentuk televisi
yang berupa televisi yang berwarna hitam putih, dengan salurannya juga yang
terbatas dan bisa terhitung oleh jari. Pada saat itu jarang sekali yang
mempunyai televisi hanya beberapa orang saja dan hanya orang-orang berada yang
pada saat itu mempunyai televisi karna warga masyarakat kp kendeng rata-rata didominasi
oleh para petani yang berpenghasilan tidak menetap dan jauh dari cukup. Selang
beberapa tahun kemudian pengguna televisi di kampung kendeng semakin meningkat,
sesuai perkembangan zaman dan status ekonomi yang lebih meningkat, tepatnya
kurang lebih sekitar pada tahun 1975, hampir semua warga masyarakat mempunyai
televisi meskipun hanya sebagian dan didominasi oleh para pegawai negeri dan
yang mempunyai pengasilan besar.
Berkembang lagi seiring berjalanya waktu, pada
sekitar tahun 1990-an pengguna televisi
semakin bayak tidak hanya kalangan orang-orang berada, pegawai negeri dan yang
mempunyai penghasilan besar saja yang mempunyai televisi tapi sekarang
masyarakat dikalangan menengah kebawah juga sudah mempunyai televisi disetiap
rumahnya, teknologi lebih canggih lagi karena pada saat ini televisi tidak
hanya berwarna hitam putih saja tetapi pada saat ini televisi sudah lebih
berwarna dan lebih jelas dilihat, begitu juga dengan saluran-salurannya sudah
sangat begitu banyak dan acaranya pun sudah begitu ramai tidak seperti pada
zaman dulu dengan beragam variasi, mulai dari tontonan anak-anak sampai orang
dewasa.
Sebagian
besar masyarakat kampung kendeng sudah mempunyai televisi, namun disisi lain
keberadaan televisi menjadi pro dan kontra terhadap kehidupan masyarakat
kampung kendeng tersebut. Menurut penuturan Bapak Engkus, sebagai ketua Rt 014
menuturkan, bahwa keberadaan televisi dikampung kendeng sangat bermanfaat untuk
menambah wawasan pengetahuan, namun disisi lain dengan banyaknya tayangan
televisi yang tidak sesuai dengan budaya dan adat kampung kendeng dengan
demikian, banyak menimbulkan dampak negatif daripada positif dikalangan remaja
atau usia sekolah.
Contoh
dampak negatif dan positif akibat adanya tayangan televisi adalah kekerasan
demontrasi yang anarkis tauran anak pelajar dll. Adapun dampak positifnya
diantaranya adalah tayangan berita yang banyak menampung informasi-informasi
dari berbagai penjuru dunia, informasi lokal tayangan religius.
Faktor
yang mempengaruhi ahlak seseorang disamping faktor keturunan dan juga faktor
lingkungan, dari faktor ke dua ini faktor pergaulan atau lingkunganlah yang
sangat kuat pengaruhnya dalam pembentukan karakter atau ahlak.
Adapun
dampak televisi yang dapat memepengaruhi terhadap lingkungan masyarakat,
terutama perkembangan masyarakat, diantaranya:
a. Pola
pikir
Menurut
Ibu Yeti, salah satu masyarakat di kampung kendeng rt/rw 014/05, menuturkan
bahwa pola pikir masyarakat pada saat ini sangat jauh berbeda dengan zaman
dahulu. Pola pikir masyarakat sekarang selalu berfikiran ingin serba instan,
dimana pola pikirnya sudah terpengaruhi oleh iklan-iklan yang selalu
mempromosikan barang-barang serba canggih
b. Sikap
Menurut
penjelasan Bpk. Rusman selaku ketua DKM kampung kendeng memaparkan bahwa adab
tatakrama yang berlaku pada saat ini sangat jauh berbeda dengan pada zaman
dahulu, dimana pada zaman sekarang khususnya anak remaja dikalangan sekolah
kurang bisa menerapkan adab tatakrama yang dimana seharusnya ditempatkan,
misalnya ketika sedang berjalan kaki dan melewati sekumpulan orang tua yang
sedang berkumpul, seharusnya kita ucapkan permisi atau “ Punten “ dan
merengkuhkan kaki dan tangan ketika melewatnya, namun sekarang kebanyakan anak
tidak menghiraukan hal seperti itu bahkan mereka seenaknya saja saat berpapasan
dengan orang-rang, tanda ada tegur sapa dan sebagainya, kini adab tatakrama
yang dari sejak dahuru ditanam pada diri masyarakat kini hampir saja
terlupakan.
Adapun
penuturan kebanyakan warga masyarakat yang lainya kegiatan menonton televisi
cenderung banyak menyita waktu yang dilalui secara tidak sadar, tiap kali
banyak orang mempunyai waktu luang, mereka tiba-tiba saja duduk dihadapan
televisinya tanpa diundang banyak niat dan rencana yang tiba-tiba saja
dibatalkan, lantaran tergoda untuk menikmati acara tertentu yang disiarkan oleh
televisi
c. Pola
hidup
Adapun
pola hidup masyarakat sebelum adanya televisi datang kekampung kendeng, menurut
pemaparan Ibu Uum Umayah, selaku warga kampung kendeng Rt / Rw 02/05 yang sudah
cukup lama tinggal dikampung tersebut menuturkan, bahwa kebiasaan masyarakat lebih
terkondisiskan dimana segala sesuatunya sesuai tepat waktu, misalnya ketika
adzan berkumandang segala pekerjaan langsung ditunda terlebih dahulu, atau yang
sedang bersantai segera bergegas , pada saat tidak ada televisi warga kampung
kendeng hanya mengandalkan pesawat radio sebagai salah satu sarana hiburanya,
oleh karena itu segala sesuatunya tidak akan terganggu oleh keberadaan pesawat
radio, karena hanya untuk didengar saja tidak bisa dilihat.Sangat
berbeda sekali dengan masa sekarang yang sudah ada televisi, dengan berbagai
acaranya yang beragam mulai dari sinetron, berita, acara anak-anak, acara olah
raga dan TV luar negri, semuanya sangat mempengaruhi pada pola hidup masyarakat
yang berubah sangat drastis .
Pada
umumnya pandangan dari segi apapun tentang keberadaan televisi sangatlah
menguntungkan bagi masyarakat pada umumnya. Namun disisi lain keberadaan
televisi juga merugikan.
Menurut
pendapat Bapak Eze Zaenudin, selaku ulama disekitar kampung kendeng menuturkan
bahwa sebagian besar pengaruh adanya televisi yang berada sekarang kebanyakan
membawa madarat, karena hampir semua tayangan yang ada didalam televisi
bertentangan dengan kaidah islam, sehingga kebanyakan anak muda sekarang
menjadi korban mode dan prilaku hasil dari rekayasa yang berada dalam televisi,
terlebih lagi tayangan yang ada didalam acara-acara yang dimuat sedemikian rupa
sehingga para remaja banyak yang tertarik, acara tersebut banyak dikemas dengan
model-model yang kebarat-baratan. Adpun manfaatnya dimana banyak sekali
informasi-informasi yang dapat menambah wawasan dan ilmu pengetahuan.
III.
PENUTUP
Berdasarkan uraian di atas maka dapat disimpulkan Awal mula
televisi masuk kampung Kendeng yaitu sekitar tahun 1970- an, jenis televisi
yang masuk pertama kali yakni televisi hitam putih. Namun seiring perkembangan
zaman televisi mengalami kemajuan sekitar tahun 1975- an.
Adanya televisi di kampung Kendeng memilki opini yang beragam,
pro dan kontra muncul seiring dampak yang ditimbulkan dari keberadaan dan
penggunaan televisi tersebut. Masyarakat kampung Kendeng menilai bahwa banyak
manfaat yang ditimbulkan dari televisi itu sendiri, seperti halnya untuk
menambah wawasan pengetahuan.
Namun disisi lain dengan banyaknya tayangan televisi yang tidak
sesuai dengan budaya dan adat kampung kendeng dengan demikian, banyak
menimbulkan dampak negatif daripada positif dikalangan remaja atau usia
sekolah, sebagai contoh dampak negatif, yang kebanyakan muncul
disaluran-saluran televisi, menirukan tindak kriminal, seperti kekerasan dalam
demonstrasi yang anarkis, tawuran antar pelajar, tindakan main hakim sendiri
oleh ormas masyarakat, tindakan asusila dll.
Adapun dampak positif yang dirasakan dengan adanya tayangan
televisi, diantaranya tayangan berita yang banyak menampung informasi-informasi
dari berbagai penjuru dunia dan informasi lokal, tayangan religius, seperti
ceramah keagamaan yang tayang setiap hari tayang di saluran-saluran tertentu
DAFTAR PUSTAKA
Rudy,
(2011). Pengaruh adanya televisi.
[online]. Tersedia: http://omrudy.blogspot.com . [22 januari 2011]
Ibnu Ali, (2008). Televisi dalam Sorotan. [online]. Tersedia: http:// www.muslim.or.id . [24 Februari 2008]
Alshalafi, (2011). Pandangan Islam Tentang TV. [online].
Tersedia: http:// Alshalafi.blogspot.com [07 juni 2011].
0 Responses to “HASIL PENELITIAN PENGARUH TELEVISI TERHADAP KEHIDUPAN MASYARAKAT DI KAMPUNG KENDENG ”
Posting Komentar