MEDIA BELAJAR
Media
belajar merupakan alat bantu pembelajaran yang
di gunakan agar proses pembelajaran menjadi lebih efektif dan bermakna. Kehadiran media belajar dalam
proses pembelajaran menurut para ahli memang memberikan dampak posiitif
tersendiri apalagi ketika materi yang akan dijelaskan memerlukan alat penjelas
lainnya sehingga isi materi dirasakan lebih nyata, penyajian materi dari tutor
yang monoton, dan konsentrasi warga cenderung terpecah dan materi yang akan
diajarkan terlalu banyak. Untuk keperluan tersebutlah paling tidak media
belajar diperlukan.
Pemahaman
tentang media belajar , jenis , fungsi , manfaat dan kriteria memilih
media memang beragam. Begitupun penggunaan media belajar
pada proses pembelajaran yang di lakukan tutor
cenderung menurun. Hal ini paling tidak di sebabkan oleh pemahaman
terhadap media itu sendiri, keterbatasan tutor dalam membuat dan mengembangkan
media belajar, alat dan bahan yang diperlukan untuk pembuatan media belajar
cenderung terbatas ataupun motivasi tutor itu sendiri dalam mengembangkan media
belajar yang cenderung kurang.
Saya mencoba membawa kita mengingatkan kembali
tentang substansi media belajar, fungsi, manfaat dan criteria memilih dan
menggunakan media belajar dalam proses pembelajaran. Ruang lingkupnya yaitu
pengertian, ciri-ciri, fungsi, Manfaat, Jenis, criteria memilih dan menggunakan
dan jenis-jenis media belajar beserta kekurangan dan kelebihannya.
Media
pembelajaran adalah segala sesuatu (software dan handware ) alat yang digunakan
dalam rangka lebih mengefektifkan komunikasi dan interaksi antara tutor dan
warga belajar dalam proses pembelajaran, sehingga memudahkan dalam mencapai
tujuan pembelajaran.
Media pendidikan merupakan
dasar yang sangat diperlukan yang bersifat melengkapi dan merupakan bagian
integral demi berhasilnya proses pendidikan dan usaha pengajaran ( Oemar Hamalik, media pendidikan ).
Media pembelajaran identik dengan keperagaan, yaitu
berasal dari kata “raga”, artinya suatu benda yang dapat diraba, dilihat, di
dengar dan yang dapat diamati melalui panca indra kita.
1.
Tekanan utama terletak pada
benda atau hal-hal yang bisa dilihat atau didengar
2.
Media pembelajaran digunakan
dalam rangka komunikasi dalam pembelajaran, antara tutor dan warga belajar
3.
Media pembelajaran adalah semacam
alat bantu pembelajaran, baik di dalam kelas maupun di luar kelas
4. Media
pembelajaran merupakan suatu perantara (medium) yang digunakan dalam proses
pembelajaran
5.
Media pembelajaran mengandung
aspek-aspek sebagai alat dan teknik, yang sangat erat hubungannya dengan metode
pembelajaran.
Fungsi
media pembelajaran menurut Sudjana dan Rivai (1991) adalah sebagai alat bantu
proses pembelajaran. Dengan kata lain
fungsi media pembelajaran adalah sebagai alat komunikasi, yaitu sebagai alat
penyampaian isi pesan dari tutor ke peserta didik.
Manfaat
media pembelajaran menurut Hamalik, (1980) adalah sebagai berikut :
- Meletakkan dasar-dasar
yang kongkrit untuk berpikir dan mengurangi verbalisme
- memperbesar perhatian
para siswa terhadap suatu objek atau peristiwa
- meletakan dasar-dasar
yang penting untuk perkembangan belajar, karena itu membuat proses
pembelajaran lebih mantap
- memberikan pengalaman yang nyata yang dapat
menumbuhkan kegiatan berusaha sendiri dikalangan siswa.
- menumbuhkan pemikiran yang teratur dan
kontinyu.
- memberikan pengalaman serta keragaman yang lebih
banyak dalam pembelajaran.
- media pembelajaran memungkinkan terjadinya
interaksi langsung antara siswa dan lingkungannya.
- media pembelajaran dapat memberikan persepsi
yang sama terhadap suatu benda atau peritiwa.
- membangkitkan keinginan
dan minat-minat belajar yang baru.
- membangkitkan motivasi dan rangsangan belajar
- memberikan pengalaman yang menyeluruh
Sedangkan menurut
Sudjana dan Rivai (1991) menyatakan bahwa media pembelajaran dapat mempertinggi
proses belajar siswa dalam pembelajaran yang pada gilirannya diharapkan dapat
mempertinggi hasil belajar yang dicapainya. Alasannya adalah sebagai berikut.
1. pembelajaran
akan lebih menarik perhatian siswa sehingga dapat menumbuhkan motivasi belajar
2. bahan
pembelajaran akan lebih jelas maknanya sehingga, dapat lebih dipahami, dan
memungkinkan warga belajar menguasai tujuan pembelajaran lebih baik.
3.
metode pembelajaran akan lebih
bervariasi tidak semata-mata komunikasi verbal/ ceramah
4.
warga belajar lebih banyak
melakukan kegiatan pembelajaran seperti mendengarkan, mengamati,
mendemontrasikan, melakukan, dll.
1. media grafis seperti gambar, foto, grafik, bagan
atau diagram, foster, kartun, komik, dll. Media grafis sering juga disebut dua dimensi, yaitu
media yang memiliki ukuran panjang dan lebar
2.
media tiga dimensi yaitu dalam
bentuk model seperti model padat (solid model), model penampang, model susun,
model kerja, mock up, diorama, dll.
3.
media proyeksi seperti slide,
film, strips, film, penggunaan OHP dan lain-lain
4. penggunaan
lingkungan
Tutor tidak hanya cukup memiliki pengetahuan tentang media pembelajaran,
akan tetapi juga harus memiliki
keterampilan memilih dan menggunakan media tersebut dengan baik. Untuk
Ia perlu mengalami latihan -
latihan praktek secara kontinyu dan sistematis, baik dalam fre-service
maupun in-service training.
Kriteria (ciri-ciri) media pada umumnya
meliputi 3 bidang, yaitu :
a.
Kesesuaian (relevansi),
yakni sesuai dengan kebutuhan belajar, rencana kegiatan belajar, program
kegiatan belajar, tujuan belajar dan karakteristik warga belajar
b.
Kemudahan, yakni
isinya mudah dimengerti, dipelajari atau dipahami oleh warga belajar, dan mudah
diadakannya atau disediakannya
c.
Kemenarikan, yaitu
uraian,isi dan bentuknya menarik atau menggugah warga belajar
Kriteria umum itu dapat itu dapat
dijabarkan lebih lanjut ke dalam tujuh unsur, atau lebih populer kriteria 7 M (Ibrahim Yunus :4) , yaitu :
1.
Mudah : Artinya mudah membuatnya , mudah
memperolehnya bahan dan alatnya dan mudah menggunakannya serta mudah dipahami
oleh warga belajar
2.
Murah : Artinya dengan biaya sedikit, bila
mungkin tanpa biaya, bahan belajar tersebut dapat dibuat.
3.
Menarik : Artinya menarik atau merangsang
perhatian orang baik bentuknya,warnanya,bahannya, maupun isinya
4.
Mempan : Artinya isinya efekttif atau
berdayaguna bagi wraga belajar dalam memenuhi kebutuhannya
5.
Mendorong : artinya isinya mendorong atau menggugah
warga belajar bersikap atau berbuat sesuatu yang positif baik untuk dirinya
maupun untuk lingkungannya.
6.
Mustari : Artinya tepat waktu, isinya tidak basi
atau diterbitkan sesuai kebutuhan setempat
7.
Manfaat : artinya isinya bernilai, mengandung
manfaat, tidak mubazir atau sia-sia apalagi merusak
Memilih dan menggunakan
media pembelajaran menurut Hamalik, (1980) harus sesuai disesuaikan dengan:
1. tujuan
pembelajaran
2. bahan
pembelajaran
3. metode
pembelajaran
4. tersedianya
alat yang dibutuhkan
5. proses
pembelajaran
6. penilaian
hasil pembelajaran
7. kemampuan
tutor
8. minat
dan kemampuan siswa
9. situasi
pembelajaran yang sedang berlangsung
Hal
senada diungkapkan oleh Sudjana dan Rivai, Dalam memilih media untuk
kepentingan pembelajaran menurut Sudjana dan Rivai (1991) sebaiknya
memperhatikan kriteria sebagai berikut.
1. ketepatan
dengan tujuan pembelajaran, artinya media diarahkan untuk mencapai tujuan
belajar
2. dukungan
terhadap isi pelajaran, artinya media harus mencerminkan isi pembelajaran yang
akan disampaikan
3. uptodate,
tepat, sesuai kebutuhan warga belajar
4. kemudahan
memperoleh media, artinya media yang akan digunakan harus mudah diperoleh
5. kemampuan
tutor dalam penggunaan media
6. ketersediaan
waktu
7.
sesuai dengan kematangan dan
pengalaman warga belajar
Penggunaan media dilakukan oleh
tenaga pendidik setidak-tidaknya digunakan ketika situasi :
1. Perhatian siswa terhadap
pengajaran sudah berkurang akibat kebosanan mendengarkan uraian guru.
2. Bahan pelajaran yang dijelaskan
guru kurang dipahami siswa.
3. Terbatasnya sumber pengajaran
4. guru tidak bergairah untuk
menjelaskan bahan pengajaran melalui penuturan kata-kata (verbal) akibat
terlalu lelah disebabkan karena telah mengajar cukup lama
Pada
dasarnya media belajar bisa digunakan oleh tutor untuk membantu mencapai hasil
maksimal, paling tidak membuat suasana pembelajaran lebih bermakna dan
menyenangkan. Tutor bisa memilih jenis media yang paling cocok untuk
menjelaskan materinya. Ingat, gunakan media paling tidak ketika materi terlalu
banyak, menjelaskan materi yang abstrak, membangun suasana bermakna atau jam
mengajar yang padat. Selamat mencoba.
DAFTAR PUSTAKA
Arif
S.Sadiman, Dr, M.Sc, dkk, Pustekkom Dikbud dan PT Raja Grafindo Persada, Media Pendidikan, Pengertian, Pengembangan dan Pemanfaatannya.1993
Ibrahim
Yunus, 1999. Yayasan Swadamas. Apa,
Mengapa dan Bagaimana Membuat Bahan Belajar.
Nana
Sudjana, Dr.Ahmad Rivai, Drs. 2003 Teknologi
Pengajaran, Sinar Baru Algensindo, cetakan ke I
Nana
Sudjana, Dr, Ahmad Rivai,Drs.. Cetakan ke-6 2005. Media Pengajaran, Sinar Baru Algensindo Bandung
Oemar
Hamalik, Dr.Media Pendidikan, 1989.
PT Citra Aditya Bakti.
0 Responses to “Pengertian Media Belajar”
Posting Komentar